Jumat, 23 Januari 2015

Batik Kutai Timur

SANGATTA - Wakil Bupati (Wabup) Kutim Ardiansyah Sulaiman mengaku bangga karena kini para pengrajin di kabupaten ini sudah mulai menciptakan dan mengembangkan produk asli daerah. Hal itu diungkapkannya ketika membuka lomba desain batik dan lomba desain produk serta kerajinan di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Rabu (12/6) lalu




Dia mengatakan terciptanya desain batik khas Kutim ini merupakan jawaban bagi masyarakat luas yang selama ini mempertanyakan apa sebenarnya produk kerajinan asli dari kabupaten yang memiliki 18 kecamatan tersebut. “Ini merupakan langkah maju terkait pemberdayaan masyarakat menuju Kutai Timur mandiri,” kata Ardiansyah Sulaiman dihadapan ratusan undangan.
Dia menyebut sekaranglah saatnya semua pihak bahu-membahu menumbuhkan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dicontohkannya Desa Kabo. Di desa tersebut terdapat daerah konservasi yang sering dikunjungi wisata“Karena turis asing sering datang, sebaiknya warga segera membangun gapura bertuliskan ‘selamat datang di Desa Kabo’. Sehingga turis dimaksud tahu mereka memasuki daerah apa. Kemudian jika di hutan kawasan konservasi tersebut ada bekantan, jangan jual bekantan-nya, tetapi buat boneka bekantan. Atau jika ada orang utan, buat boneka orang utan untuk souvenir yang bisa dibeli dan dibawa pulang oleh para turis tadi. Bisa juga melakukan inovasi menciptakan produk-produk lainnya, sehingga ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat dapat terus tumbuh didaerah itu,”